
BOGOR, MERDEKA POS –Membantah adanya narasi miring tentang dugaan pungli Rp.500 000,- kepada Pedagang kaki lima di lokasi Car Free Day yang viral di media sosial, membuat Camat Tajurhalang Geram, hal tersebut di sampaikan saat kunjangannya di lokasi Car Fre Day ,Minmgu (28/12/25).
Dalam kesempatan tersebut Camat Taurhalang di hadapan pelaku usaha dan anggota UMKM Pelita Talenta Berbudaya menjelaskan,” Alhamdulilah teman teman pedafang bisa berpartisipasi dalam kegiatan Car Free Day, ada atau tidak ada camat acara CFD harus tetap berjalan. hari ini agak berbeda karena ada laporan yang kurang enak karena sudah ramai di media sosial,” di suruh membayar satu lapak Rp.500.000,-
Ini mash saya di cek dan teman teman UMKM, teman teman tidak usah terganggu dan mohon Jaga kebersilan sampah di lokasi CFD ya,” jelas Ivan
Lanjut Ivan , kalau ada teman lain yang mau berdagamg nanti kalau kurang area nya kita tambah lagi, untuk usulan perpanjangan waktu CFD saya tambsh satu jam lagi ya,” ujarnya

Hal senada juga di ungkapkan sekertaris Kecamatan Tajurhalang Kiyat Mujiono SAp ,” Tidak benar kita menyelenggarakan car free day, dengan tujuan dua yaitu pertama adalah untuk mengolahragakan masyarakat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berolahraga. Yang kedua adalah memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berjualan, kami dari pihak kecamatan tidak pernah memungut biaya bagi para peserta UMKM yang ikut berjualan. Semua yang ikut berjualan disini saya minta untuk mendaftar ke UMKM mamah Wulan, dan tidak dipungut biaya dan tujuan nya untuk menyatukan saja agar mudah mengkoordinasikan kegiatan ini tidak ada pungutan biayanya sama sekali. Dan kami selaku penyelanggaraan pemerintahan kecamatan Tajurhalang tentu berharap bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap warga masyarakat khususnya kecamatan Tajurhalang peningkatan ekonomi untuk itu kita memberikan kesempatan kepada masyarakat Tajurhalang khususnya yang ber KTP Tajurhalang untuk ikut berjualan di car free day, jangan lupa masuk anggota UMKM, dan himbauan untuk yang belum bersertifikat halal ini merupakan salah satu dari arahan pemerintah semakin besar masyarakat muslim bahwa kita memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terbaik dan keyakinan terhadap masyarakat yang terbaik bahwa makanan yang kita konsumsi harus sehat dan halal.,”ujar Kiyat Mujiono.
.
Ditempat yang sama Ketua Hariam UMKM Pelita Talenta Berbudaya Bustami Komalasari yang akrab di sapa Mama Wulan menuturkan,”Kami membantah total ya karena kami tidak pernah, menerima uang satu rupiah pun. Siapapun yang berdagang yang ber dagang selagi itu ber KTP Tajurhalang kami terima dengan gratis tidak ada pungutan satu rupiah pun.,” Tutur Mama Wulan.
Di sisi lain Herdy yang juga pengurus UMKM PTB mengingkapkan,”Disini juga kita ingin mengedukasi pedagang untuk cerdas dan mengerti perkembangan jadi dari kita berkali-kali di informasikan bahwa semua ini kegiatan ini gratis dan dikhususkan untuk yang ber KTP Tajurhalang dan berdomisili di Tajurhalang danemiliki usahanya di Tajurhalang tapi untuk domisili dan usaha itu ada kriterianya berapa tahun nya. Nah untuk biaya kita semua free. Benar-benar bebas ya, hanya saja ada kewajiban seperti sampah harus di jaga . Untuk berita yang sudah timbul seperti ini kita akan verifikasi dan kebenaran berita ini dengan cara mencari sumbernya dari mana karena kita dengan dari ini akan menanyakan satu persatu, kalo dia bayar kemungkinan dia akan tetap ada disini untuk dagang tapi kita tidak tahu ini, ini pungutannya ini diluar kami atau bukan karena ini yang PKL-PKL diluar dari yang kami urus. Dan sekali lagi kami sarankan apapun bentuknya semuanya dan kami informasikan bagi yang ingin berdagang 100% gratis karena ini adalah program nya pemerintah dari kecamatan Tajurhalang,”Ungkap Herdy.

Pantauan tim MEDIA kegiatan Car Free Dat jakan Bomang semua owdagan tettaya rapih, tertib dan selalu menjaga kebersihan sampah yang ada lokasi berjualan sepanjang area jalan Bomang.
Jurnal:s : Barara