KOTA BEKASI, MERDEKA POS – Dewan Pimpinan Daerah Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (DPD PSIB) Provinsi Jawa Barat mengundang Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia (DPC PSI) dan DPC PSI 1922 Kota Bekasi dan Kota Depok pada acara rapat konsolidasi yang dilaksanakan pada Selasa (07/01) terkait rencana pelaksanaan Muscab DPC PSI dan DPC PSI 1922 secara bersama-sama dan bersatu menjadi Dewan Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (DPC PSIB) di Kota Bekasi dan Kota Depok.
Rapat yang digelar di kantor DPD PSIB Jawa Barat, Jl. Kp. Cisalak RT 003/005 Kel. Sumur Batu Kec. Bantargebang Bekasi dipimpin oleh Ketua DPD PSIB Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Kemal Hendrayadi, SIP. Dan dihadiri jajaran Pengurus DPD PSIB Jawa Barat yaitu Kolonel TNI (Purn) H. Amar, Drs. H.M. Ichsan Said, MM., Dr. H. M. Ridwan, MM., Drs. H. Juhandi, MSi., Kol. TNI (Purn) Sutejo, SH., Kombes Pol. (Purn) Mamursuta, SH. dan Budiawan, SE.
Brigjen TNI (Purn) Kemal dalam pengarahannya menerangkan bahwa ormas sebagai aset negara wajib bermitra dengan pemerintah. Ormas memiliki beberapa fungsi, diantaranya: Penyalur aspirasi masyarakat, Pemberdayaan masyarakat, Pemenuhan pelayanan sosial, Partisipasi masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
”Organisasi kemasyarakatan (ormas) harus dilihat sebagai aset oleh negara, sebagai bagian dari elemen civil society, jangan dianggap sebagai beban. Negara harus membina dan membangun organisasi-organisasi kemasyarakatan yang ada sehingga kualitas demokrasi dan ketahanan nasional negara terbangun dengan kokoh”, papar Kemal.

Ketua DPD PSIB Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) Kemal Hendrayadi, SIP
“Menurut UU No. 17 Tahun 2013 dikatakan bahwa kita adalah bagian dari aset negara, aset pemerintah. Jadi kita harus diakui apalagi Pejuang Siliwangi merupakan ormas tertua di Indonesia, berdiri sejak tahun 1922. Selain itu, pemerintah dapat memberikan dana hibah kepada ormas yang berbadan hukum”, lanjutnya.
Kemal meminta semua anggota, baik anggota PSI maupun anggota PSI 1922 untuk melakukan koordinasi dengan induknya yang ada di kota/Kabupaten tempat bernaungnya, dalam hal ini baik yang ada di Kota Depok maupun yang ada di Kota Bekasi. Dijelaskannya bahwa sudah tidak ada lagi PSI ataupun PSI 1922 karena pemerintah sudah mencabut Kemenkumham kedua organisasi itu.
“Silakan ya anggota melakukan koordinasi dengan induknya (DPC, red) yang ada di kota/Kabupaten di bawah supervisi dari kita, DPD Jawa Barat. Sudah tidak ada lagi PSI ataupun PSI 1922 karena pemerintah sudah mencabut ijin AHU-nya yang pernah dikeluarkan Kemenkumham. Yang ada sekarang adalah Keputusan Kemenkumham untuk Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB)”, tegasnya.
“Merunut kepada Anggaran dasar dan Anggaran rumah tangga bahwa kepengurusan terjadi karena ada demokrasi, demokrasi itu dilaksanakan berdasarkan pemilihan dan pemilihan itu mengacu kepada AD ART PSIB, karena sekarang yang ada PSIB bukan PSI ataupun PSI 1922”, pungkas Kemal.
Dalam kesempatan yang sama, selanjutnya rapat dipandu Ketua Harian DPD PSIB Jawa Barat, Kolonel TNI (Purn) H. Amar bersama Drs. H.M. Ichsan Said, MM selaku Sekretaris DPD PSIB Jawa Barat melakukan pengecekan kesiapan Muscab di dua kota tersebut. Menertibkan masing-masing pengurus terutama KSB PSI dan PSI 1922 serta PAC yang sudah terbentuk di kedua belah pihak.

Ichsan Said, Abu Bakar dan Emil Yan Kadri
Mereka memaparkan bahwa DPD PSIB Jawa Barat terus melakukan konsolidasi organisasi ke tiap DPC, belum lama ini penertiban WIbbera di Bogor, DPC Cirebon dan Kabupaten Karawang.
Disampaikan H. Amar, Pihak DPD PSIB Jawa Barat menyerahkan sepenuhnya kepada tiap Pengurus DPC untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan Muscabnya.
H. Sayuti Ketua panitia (OC) Muscab Kota Bekasi yang merupakan perwakilan dari DPC PSI Kota Bekasi menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Jajaran pengurus DPD PSIB Jawa Barat karena diundang dalam rangka konsolidasi organisasi. Dirinya menyatakan bahwa baik PSI maupun PSI 1922 sudah tidak ada masalah, mereka sudah sepakat dan mufakat mengadakan muscab bersama-sama untuk membentuk PSIB.
Sementara itu, H. Roni Ketua DPC PSI 1922 Kota Bekasi mengemukakan pandangannya bahwa keberadaan Pejuang Siliwangi adalah ormas paling tua yang merupakan perintis kemerdekaan Indonesia, makanya H. Roni berharap di Kota Bekasi dan juga daerah sekitarnya, hanya ada Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu.
“Semua ayo kita hilangkan PS ono PS ini kita tetap satu dalam naungan Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu, Saya sih ikutin alur, mari bersatu di Kota Bekasi”, ungkapnya dengan berapi-api.
Emil Yan Kadri, selaku pemegang DPC PSI Kota Depok menyampaikan bahwa pada prinsipnya di Depok sudah mendeklarasikan keberadaan PSIB sejak HUT satu abad Pejuang Siliwangi.
“Pada prinsipnya sejak HUT yang ke 100 pada tahun 2022, sudah tidak ada lagi PSI atau PSI 1922 di Depok. Saya pemegang SK dengan 8 PAC dari 11 Kecamatan yang ada di Kota Depok, termasuk sayap organisasi yaitu Iwapsi, Gemapsi dan wibbera dan berencana melaksanakan Muscab setelah pelantikan walikota di bulan April nanti” ungkapnya.
Abu Bakar, selaku Ketua PSI 1922 Kota Depok menambahkan bahwa dirinya mendapat instruksi dari DPP PSIB melalui mandat yang diterima H. Bedi Irama selaku sesepuh PS kota Depok dan salahsatu unsur pengurus DPP untuk melakukan pembenahan dan penggabungan organisasi menjadi PSIB di Kota Depok. Dirinya menyampaikan bahwa PSI 1922 sudah membentuk 10 PAC dari 11 kecamatan yang ada.
Pada kesempatan itu diadakan pemilihan Panitia Pelaksana (OC) untuk pelaksanaan muscab DPC PSIB Kota Depok dengan memperhatikan masukan dari kedua belah pihak yang dipandu oleh Pengurus DPD PSIB Jawa Barat. Terpilih secara aklamasi M. Amin, SH. Sebagai Ketua Panitis dan Novrizal, SE besera Drs. Agus Rahayu Purnama sebagai Sekretaris dan Bendahara.
Acara diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama jajaran pengurus PSI dan PSI 1922 Kota Depok dengan pengurus DPD PSIB Jawa Barat. Sebagai simbol kebersamaan, diabadikan dengan foto berpelukan antara pengurus PSI dan PSI 1922 yang akan menyongsong pelaksanaan muscab dengan nama Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) di Kota Depok.
Jurnalis : Agus Rahayu Purnama
