
BOGOR ,MERDEKA POS – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dilaksanakan oleh seluruh warga indonesia, baik di Indonesia dan di luar negeri.
Momemtum kemeriahan HUT Ri Ke-80 juga tampak di tampat pemakaman Umum (TPU) GIRITAMA Desa Tonjong Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor, Minggu (31/08/25)
Di lokasi tersebut tampak beberapa perwakilan jurnalis yang bertugas meliput di wilayah hukum Polsek Tajurhalang – Polres Metro Depok menggelar aksi Tabur Bunga di makam Kapolri ke-5 Jendral Hoegeng Iman Santoso.
Kegiatan tabur bunga di pimpin langsung oleh Barata perwakilan jurnalis yang biasa bertugas meliput di wilayah kecamatan Tajurhalang – Bogor.
Hadir dalam acara tersebut beberapa anggota dewan redaksi media nasional dan perwakilan anggota PWI serta jurnalis yang biasa bertugas meliput di wilayah Kecamatan Tajurhalang kabupaten Bogor.
Kepada wartawan Barata menjelaskan ,” Dalam momentum HUT RI ke 80, hari ini ini kami insan jurnslis yang bertugas meliput di wilayah Kecamatan Tajurjalang ikut memeriahkan Hut RI ke 80 dengan mengelar acara tabur bunga di makam Kapolri ke-5 almarhum bapak Jendral Hoegeng iman Santoso, jelas Barata.
Ditempat terpisah Camat Tajurhalang Ivan Pramudia S.Sos .MM, mengungkapkan,” kami mendukung dan menyambut baik kegiatan tabur bunga yang di adakan oleh rekan-rekan jurnalis yang bertugas meliput di wilayah Kecamatam Tajurhalang, apa lagi kita sebagai tuan rumah dalam kegiatan tersebut ” ungkap Ivan dengan bangga.
Hal senada juga diungkapkan Dedy Aktsar Arpin Dewan redaksi salah satu media nasional nenambahkan,” alhamdulilah pada hari ini berkesempatan menghadiri kegiatan tabur bunga di makam Kapolri jendral Hoegeng yang di laksanan rekan-rekan jurnalis di wilayah Kecamatan Tajurhalang ” Ungkap Dedi.
Mengenal Sosok Kapolri Ke 5 : Jendral Hoegeng Iman Santoso
Jenderal Hoegeng Iman Santoso adalah Kapolri ke-5 (1968-1971) yang sangat dikenal sebagai polisi jujur, bersih, dan anti-korupsi, hidup sederhana, serta menolak penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan. Hoegeng Lahirbdi pekalongan 14 Oktober 1921, ia menjadi teladan integritas dan disiplin dengan menolak berbagai godaan suap, termasuk meminta istrinya menutup usaha toko bunga untuk menghindari konflik kepentingan saat ia menjabat sebagai Kepala Jawatan Imigrasi. Beliau wafat pada 14 Juli 2004 dan dimakamkan di Tonjong, Kabupaten Bogor, sesuai wasiatnya untuk dimakamkan bersama rakyat biasa, bukan di Taman Makam Pahlawan.
Jurnaslis : Yuwant Damarra