
EMPAT LAWANG, MERDEKA POS –Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Empat Lawang meluncurkan berbagai program inovatif untuk mendukung transformasi perpustakaan yang lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis inklusi sosial, perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pelatihan keterampilan yang memberdayakan masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Empat Lawang menggelar pelatihan dekorasi kue dan merajut untuk masyarakat pada 18 Maret 2025. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis, membuka peluang usaha, serta mendorong kreativitas warga dalam mengembangkan potensi diri.
Pelatihan dekorasi kue menjadi salah satu program unggulan yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan teknik dasar hingga lanjutan dalam menghias kue dengan berbagai desain menarik.
Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan peluang bagi peserta untuk memulai usaha kuliner, seperti pembuatan kue dan dekorasi kue untuk acara spesial.
Sementara itu, pelatihan merajut juga mendapat sambutan antusias, terutama dari ibu rumah tangga dan kalangan muda. Merajut menjadi salah satu keterampilan yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga dapat menghasilkan produk bernilai jual, seperti tas rajut, aksesori, dan produk kerajinan tangan lainnya.
Dalam pelatihan ini, peserta belajar berbagai teknik merajut yang dapat mereka terapkan untuk menghasilkan produk berkualitas yang dapat dipasarkan.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Empat Lawang, Chandra Purnama, menyatakan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari visi untuk membuat perpustakaan lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk mencari informasi, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk berkembang. Pelatihan-pelatihan seperti dekorasi kue dan merajut ini dapat menjadi langkah awal bagi warga untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha baru,” ungkapnya.
Melalui berbagai kegiatan ini, diharapkan perpustakaan Kabupaten Empat Lawang dapat menjadi pusat pemberdayaan yang tidak hanya mendukung pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dengan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar, perpustakaan kini berperan aktif dalam membantu masyarakat untuk berdaya secara ekonomi.
Jurnalis : Argani