Hakekat Esensi Puasa Harus jadi Madrasah Karakter, Bukan Sekadar Ritual Menahan Lapar

PENDIDIKAN

 

DEPOK, MERDEKA POS – Hakekat Esensi Puasa Harus jadi Madrasah Karakter, Bukan Sekadar Ritual Menahan Lapar, hal tersebut di ungkapkan salah satu anggota DPRD Kota Depok, H. Bambang Sutopo, yang akrab di sapa HBS mengungkapkan hakekat esensi ibadah Ramadhan jauh lebih dalam daripada sekadar ritual menahan lapar dan dahaga haus,  bulan suci Ramadhan adalah momentum krusial untuk melatih ketahanan mental dan mengikis sifat emosional guna membentuk karakter Muslim yang bertakwa (Mutakin).

pentingnya menjaga kualitas puasa dari gangguan eksternal yang seringkali memancing amarah. Menjaga ketenangan batin dari pengaruh negatif lingkungan menjadi salah satu kunci utama meraih kenikmatan ibadah.

“Ramadan bukan soal menahan lapar dan haus tapi Ramadan adalah menahan emosi kita dari gangguan dari kawan dari tetangga atas hal ini negatif dan mengganggu kekhusyukan kita, kenikmatan kita dalam menjalankan ibadah puasa, dan puasa insya Allah akan mendidik kita mengendalikan nafsu, menenggelamkan amarah kita selama sebulan ini,” kata HBS, Kamis (18/2/2026).

lebih lanjut , Politisi Senior dari PKS ini  berharap agar durasi satu bulan penuh ini dapat menjadi “laboratorium” perilaku. Targetnya adalah lahirnya habit atau kebiasaan baru yang membuat seorang Muslim menjadi sosok yang lebih stabil secara emosional dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

​”Mudah-mudahan terbentuk karakter atau habit yang menjadikan kita pribadi yang mampu menahan emosi, tidak gampang marah, tidak gampang tersinggung, menjadi pribadi yang santun pribadi, yang Rahmah kasih sayang kepada sesama dan pribadi yang merangkul dan mengajak peduli kepada kita,” tambahnya.

​HBS juga mengajak masyarakat untuk memperkuat landasan niat. Dengan puasa yang didasari keimanan dan perhitungan yang tulus mengharap rida Allah, maka perubahan karakter menjadi pribadi yang tidak temperamental dapat terwujud.

​”Mari kita laksanakan puasa ini, dan keimanan Wahtisaban, mudah-mudahan dengan niat dan taqwa ini puasa kita menjadi lebih bermanfaat dan diri kita pribadi, menjadi pribadi yang tidak emosian, pribadi yang tidak gampang marah dan pribadi yang mutakin,” tutupnya.

Jurnalis : Barata