“Bahkan tadi malam kami dengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama bagaimana beliau selalu sampaikan pesan jadilah contoh teladan dan mulailah dari dirimu sendiri. Saya kira hal-hal tersebut tentunya menjadi spirit bagi kami keluarga besar Polri,” ujar Sigit.
Kapolri menilai pesan yang disampaikan Eyang Meri merupakan amanah moral bagi institusi Polri. Oleh sebab itu, pesan tersebut perlu terus disuarakan kepada seluruh anggota di berbagai daerah.
Ia menekankan bahwa semangat menjaga institusi harus diwariskan kepada generasi penerus kepolisian. Nilai keteladanan tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Karena setiap beliau menyampaikan Eyang Meri saat terakhir dan pesannya tolong jaga titip institusi Polri, tolong jaga dan titip Polri,” ucap Sigit.
Menurut Kapolri, pesan tersebut memiliki makna mendalam bagi perjalanan Polri ke depan. Ia berharap seluruh anggota mampu meneladani pesan itu melalui perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
Selain itu, tanggung jawab menjaga keamanan negara juga menjadi bagian dari amanah yang harus dijalankan. Sigit menyebut keteladanan keluarga Hoegeng Iman Santoso menjadi warisan penting bagi kepolisian.
“Sebagaimana tugas pokok kami dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja. Saya kira banyak hal kami kenang dari Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri kami terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan daripada pendahulu utamanya Almarhum Hoegeng Iman Santoso yang tentunya akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut,” tutup Sigit.
Jurnalis : Barata
