Pondok Pesantren Al Aimmatul Arba’ah Resmi Dibuka, Dorong Sinergi dengan Tokoh Masyarakat

RAGAM

BOGOR. MERDEKA POS – Pondok Pesantren Aimmatul Arba’ah  kini telah resmi dibuka kembali untuk  berbagai kegatan pendidikan agama islam. Demikian hal tersebut tampak pada acara Silahturahmi dan Peresmian kembali Pondok Pesantren  ( Pontren ) Al Aimmatul Arbaah. Acara berlangsung pada rabu, 16 September 2026, bertempat di Pontren Al Aimmatul Arbaah, desa Sukmajaya Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor. Tampak hadir  pimpinan dan pengasuh Pontren Al Aimmatul Arbaah, para alim ulama,  tokoh masyarakat, dan pejabat setempat. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya pesantren untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat serta berbagai pihak di wilayah sekitar.

Pengasuh Pondok Pesantren Aimmatul Arba’ah,  Wakil Ketua Yayasan Ustadz Ahmad, Kepada Jurnalis Merdeka Pos mengatakan, Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Pihaknya siap untuk membangun kerja sama dan menjaga hubungan baik dengan para alim ulama,  tokoh masyarakat,  pemerintah, serta ikut memelihara stabilitas kondusif, kenyamanan di Pontren.., ujarnya/

Ia mengapresiasi kepada seluruh jajaran dan pejabat hadir dalam kegiatan dan berharap dukungan dan hubungan baik yang terjalin dapat terus dipertahankan.

Selain itu ditambahkannya,  bahwa pesantren terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan maupun pengelolaan pesantren.

Dijelaskannya saat ini, Pondok Pesantren Aimmatul Arba’ah tercatat memiliki sekitar 47 santri. Para santri berasal dari sejumlah wilayah di Jabodetabek, termasuk Jakarta dan kawasan Citayam.

Dikatakannya, Pondok pesantren tersebut berdiri sejak 2017. Pada awal berdirinya, kegiatan pesantren masih dilakukan dengan berbagai keterbatasan, termasuk menggunakan tempat yang disewa. Memang pondok pesantren ini dididik untuk kita berkhidmat kepada guru kita,” ungkapnya.

Lokasi yang digunakan saat ini merupakan pusat Pondok Pesantren Aimmatul Arba’ah. kedepan, pihaknya membuka peluang untuk mengembangkan pesantren dengan mendirikan cabang di lokasi lain. Guna memperluas keilmuan dan dakwah ke masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengutip sebuah kaidah dalam Islam, tasharruful imam ‘ala ar-ra’iyyah manutun bil mashlahah, yang bermakna kebijakan seorang pemimpin terhadap masyarakat harus didasarkan pada kemaslahatan.

Pihak pesantren berharap kegiatan pendidikan dan dakwah yang dilakukan Pondok Pesantren Aimmatul Arba’ah dapat berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Atas dibukanya kembali pesantren secara resmi melalui kegiatan tersebut, pihak pengasuh menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat dan pihak yang telah memberikan dukungan, pungkasnya.

Jurnalis       : Barata                                                    Fotografer  : Suwarso