Tingkatkan Literasi Desa, Dispuarsip Empat Lawang Gelar Pembinaan Perpustakaan di 10 Kecamatan

DAERAH

 

​EMPAT LAWANG, MERDEKA POS — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuarsip) Kabupaten Empat Lawang terus berkomitmen memperkuat budaya literasi dan kualitas layanan perpustakaan hingga ke tingkat tapak. Sepanjang Mei 2026, Dispuarsip menggelar program pembinaan dan pendampingan pengelolaan perpustakaan desa secara serentak di 10 desa yang tersebar di 10 kecamatan se-Kabupaten Empat Lawang.
​Langkah ini diambil guna memastikan perpustakaan desa tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, melainkan tumbuh menjadi pusat aktivitas dan pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi sosial.
​Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Empat Lawang melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Chandra Purnama, S.H.,  rabu, 21/10/2026 menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan wujud nyata pemerataan akses informasi serta peningkatan mutu tata kelola perpustakaan di wilayah pedesaan.
​”Melalui kegiatan pembinaan ini, kami turun langsung ke 10 kecamatan untuk memberikan bimbingan teknis kepada para pengelola perpustakaan desa. Kami ingin memastikan manajemen koleksi, tata kelola administrasi, hingga inovasi layanan perpustakaan dapat berjalan optimal serta relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Chandra Purnama, S.H.
​Fokus Utama Pembinaan
​Dalam pelaksanaannya, tim pembina dari Dispuarsip Empat Lawang memberikan pendampingan yang mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
​Pengelolaan Koleksi & Klasifikasi Buku: Pelatihan pencatatan, pengatalogan, serta penataan bahan pustaka agar lebih rapi dan mudah diakses pemustaka.
​Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola: Bimbingan manajemen operasional harian perpustakaan bagi kader dan staf pengelola desa.
​Pengembangan Layanan Inklusi Sosial: Dorongan agar perpustakaan desa dimanfaatkan sebagai ruang belajar bersama, kegiatan pelatihan keterampilan, dan pusat diskusi warga.
​Evaluasi Sarana dan Prasarana: Pemetaan kondisi fisik serta kelayakan fasilitas perpustakaan sebagai bahan pertimbangan pengajuan bantuan atau program penguatan literasi selanjutnya.
​Dengan dilakukannya pembinaan secara merata di seluruh kecamatan—mulai dari Tebing Tinggi, Pendopo, hingga kawasan Paiker dan sekitarnya—diharapkan muncul pionir perpustakaan desa yang adaptif dan berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas SDM masyarakat Empat Lawang.
​”Kami berharap perpustakaan desa dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, ramah anak, dan mampu mendorong minat baca generasi muda demi terwujudnya Empat Lawang yang lebih maju dan cerdas,” tutupnya.

Argani