Bonus Tak Kunjung Terealisasi Atlet NPCI Gelar Aksi Tagih Janji Pemkab Lahat

RAGAM

 

LAHAT, MERDEKA POS  – Atlet National Paralympic Committee Indonesia ( NPCI ) Pekan Paralympic Provinsi  (Pepaprov ) Lahat Sumatra Selatan tahun 2025 dikabarkan akan melakukan aksi unjuk rasa untuk meminta kepastian terkait bonus atas prestasi yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat. Pasalnya setelah berjuang mengharumkan nama daerah pada Peparprov Sumatera Selatan ke-IV di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 2025, meraih sebagai juara umum, sementara bonus yang mereka nantikan hingga kini belum juga diterima.

Ketua NPCI Kabupaten Lahat, Muhammad Soleh, Minggu (18/10/26), di Lahat,  mengatakan, bahwa bonus tersebut merupakan sambungan hidup bagi banyak atlet. Tidak sedikit di antara mereka yang berstatus buruh harian lepas atau pelaku usaha mandiri.  ​“Bonus ini merupakan hak atlet, yang berlaga Perpaprov.

Ditambahkannya, banyak atlet Lahat yang tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga telah menembus Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam. Baik atlet Porprov maupun Peparprov berada dalam perahu yang sama: hak atas keringat dan prestasi mereka belum dianggarkan pada APBD Induk 2026.

​Di tingkat Peparprov, kontingen Lahat berhasil memboyong 226 medali (126 emas, 60 perak, dan 40 perunggu). Dari sekitar 130 atlet yang diberangkatkan, sebanyak 120 orang berhasil menyumbang medali. Berdasarkan kalkulasi standar bonus sebelumnya—Rp20 juta, untuk emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu—total anggaran yang dibutuhkan khusus atlet disabilitas ditaksir mencapai Rp4,6 miliar.

​ Harapan kami, pihak pemkab bisa realisasikan melalui APBD Perubahan 2026, karena pada APBD Induk 2026 belum dianggarkan,” Sebagai langkah perjuangan, mengetuk pintu pimpinan daerah. ujar Soleh yang juga merupakan atlet anggar nasional.

Jurnalis : Argani