JAKARTA, MERDEKAPOS.ONLINE. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi terhadap 117 perwira tinggi TNI dalam rangka penyegaran dan kebutuhan organisasi. Salah satu yang menonjol adalah mutasi Mayjen TNI Rafael Granada Baay yang kini menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (Sestama BIN).
Mutasi ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/667/V/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Baru di Lingkungan TNI. Surat ini ditetapkan pada 27 Mei 2025, dengan mempertimbangkan hasil sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti).
Dengan mutasi ini, jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta, yang sebelumnya dipegang Rafael, kini diamanatkan kepada Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Profil Singkat Mayjen TNI Rafael Granada Baay
Mayjen TNI Rafael Granada Baay merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri. Ia lahir di Sorong pada 25 Juni 1971, dan dikenal sebagai perwira berpengalaman yang telah mengisi berbagai posisi strategis di lingkungan TNI.
Sebelum menjadi Pangdam Jaya sejak 24 Juli 2024, Rafael menjabat sebagai:
Direktur H Bais TNI (2021–2023)
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) tahun 2023
Pangdam V/Brawijaya (2023–2024)
Pengalaman lainnya meliputi jabatan sebagai:
Danrindam VII/Wirabuana (2016–2017)
Danrindam XIV/Hasanuddin (2017–2019)
Danrem 074/Warastratama (2019–2020)
Aspotwil Kaskogabwilhan I (2019–2021)
Rafael juga memiliki rekam jejak panjang di Korps Baret Merah (Kopassus), antara lain:
Danunit 3/1/1/21/2 Kopassus
Wadanyon 33 Grup 3 Kopassus
Dansepara Pusdikpassus
Dandenma Kopassus (2011–2012)
Waaslog Danjen Kopassus (2012–2014)
Asintel Danjen Kopassus (2014–2015)
Komandan Grup 2 Kopassus (2015–2016)
Riwayat Pendidikan
Dalam bidang militer, Rafael telah menempuh berbagai pendidikan seperti Sesarcabif, Diklapa-I, Diklapa-II, Dik PARA, Dik Komando, serta mengikuti Seskoad Angkatan XLV tahun 2007. Ia juga mengikuti Susdanyon dan Susdandim sebagai bagian dari pengembangan karier kepemimpinan di TNI.
Pendidikan umum Rafael diawali di SDN Kristus Raja Kampung Baru Sorong (1978–1984), dilanjutkan ke SMP Negeri Sorong (1984–1987) dan SMA Negeri 1 Sorong (1987–1990). Ia kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta, meraih gelar S1 dan S2 bidang Manajemen pada tahun 2013.
Dengan pengalaman dan latar belakang tersebut, Rafael dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk mengemban amanah baru sebagai Sestama BIN dalam mendukung tugas strategis intelijen negara.
Jurnalis : Budi Herman