KOTA DEPOK , MERDEKAPOS– Hari Kesehatan Sedunia diperingati setiap 7 April untuk merayakan berdirinya World Health Organization (WHO) pada 1948 dan meningkatkan kesadaran akan isu kesehatan global. Pada tahun 2026 ini, dengan mengusung tema “Together for Health, Stand with Science” (Bersama untuk Kesehatan, Berdiri dengan Sains), menekankan pentingnya bukti ilmiah dalam kebijakan kesehatan.
Bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Sedunia pada 7 April, RSUI menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai rumah sakit pendidikan yang mendukung kesehatan berbasis ilmu pengetahuan.
“Jadi, tema hari kesehatan sedunia tahun ini, “Together for Health. Stand with Science” (Bersama untuk Kesehatan, Berdiri Bersama Sains, sejalan dengan posisi RSUI sebagai peringkat 50 rumah sakit pendidikan dunia, komitmen RSUI untuk terus menghadirkan layanan kesehatan berkualitas yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian semakin diperkuat,” ujar Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebutkan, bahwa sebagai rumah sakit pendidikan, RSUI mengedepankan pelayanan kesehatan berbasis bukti (evidence-based practice), yang mencakup penanganan kesehatan sekaligus upaya promotif dan preventif. “Dalam hal ini sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh,” ucap dr. Ari.
Menurutnya, bahwa dalam momentum ini, RSUI menghimpun suara dari beberapa Sahabat RSUI, termasuk pasien dan karyawan, mengenai harapan mereka terhadap kesehatan di tahun ini. “Jadi, dengan berbagai aspirasi tersebut menjadi gambaran sederhana tentang perhatian terhadap kesehatan diri dan keluarga,” tutur dr. Ari.
dr. Ari menambahkan, melalui langkah ini, RSUI komitmen perannya sebagai rumah sakit pendidikan yang aktif mendukung penguatan sistem kesehatan berbasis ilmu pengetahuan, dan sekaligus mendengarkan dan memahami kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis : MAUL/RED