DEPOK, MERDEKA POS ONLINE. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) kota Depok menerima kunjungan Mahasiswa Departemen Kriminologi ( Depkrim ) Fisip Universitas Indonesia ( UI ) bersama Prof. Dr. Adrianus Meliala, dan Dosen Pembimbing. Kamis, ( 06/06/2025 ), di Kantor DPRD kota Depok, Sukmajaya Kota Depok.
Dalam sambutannya anggota DPRD Fraksi PKS DPRD kota Depok, DR. H Bambang Sutopo S.E.I., M.M., menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi atas kunjungan akademik Mahasiswa UI yang sangat berharga dan sangat dekat dengan Kota Depok.
Kehadiran temen-temen mahasiswa ke DPRD Kota Depok bukan hanya mempererat hubungan antara dunia akademik dan legislatif, tapi juga memperkuat semangat keterbukaan dan kolaborasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik (good Government).
Secara khusus, ia juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Prof. Dr. Adrianus Meliala atas hadiah buku yg berjudul “Geoteror” yang sangat bermakna ini.
Sebagai seorang yang telah lama kami kenal sebagai guru bangsa dalam bidang kriminologi dan kebijakan publik, buku tersebut bukan hanya sebuah hadiah, tetapi juga bekal intelektual dan moral bagi kami yang terus belajar memahami dimensi keadilan dan ketertiban sosial dalam konteks lokal.
Kebijakan publik, termasuk dalam bentuk Peraturan Daerah, bukan sekadar produk hukum. Ia adalah cermin dari komitmen bersama untuk menyusun masyarakat yang tertib, adil, dan inklusif. Dalam prosesnya, publik hearing menjadi momen penting, karena suara rakyatlah yang harus menjadi dasar dari setiap kebijakan. Bukan suara yang paling keras yang didengar, tapi suara yang paling beralasan dan penuh kepedulian.
Dalam konteks penegakan Perda, tantangan kami adalah menjaga keseimbangan antara ketegasan hukum dan pendekatan yang humanis. Ini adalah ruang di mana ilmu kriminologi memainkan peran penting—bukan sekadar untuk menjelaskan kenapa pelanggaran terjadi, tapi juga bagaimana mencegahnya secara berkeadilan.
Kami berharap adik-adik mahasiswa bisa terus aktif memberikan kontribusi pemikiran, riset, bahkan kritik yang membangun. Suatu saat, mungkin bukan sebagai pengamat lagi, tapi sebagai pelaku kebijakan, pembuat keputusan, dan pemimpin perubahan.
Salam dan terus menjaga semangat belajar, berdialog, dan mengabdi kepada masyarakat, sesuai bidang keahlian kita masing-masing.
Jurnalis : Barata