BPGOR, MERDEKA POS – Dampak kekeringan air di Kabupaten Bogor menyebabkan puluhan ribu warga mengalami krisis air bersih, surutnya debit sungai seperti Sungai Ciliwung, serta terancamnya sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan lebih dari 4,8 juta liter air bersih untuk membantu warga terdampak di berbagai kecamatan. [1, 2, 3, 4]
- Banyak sumur warga mengering dan tidak mengeluarkan air.
- Warga kesulitan mencari air untuk mandi, cuci, dan minum sehari-hari.
- Sebagian warga terpaksa mengandalkan pasokan air tangki darurat atau membeli air galon. [1]
- Debit air di aliran sungai utama mengalami penyusutan drastis.
- Sawah dan lahan pertanian yang mengandalkan irigasi tradisional mulai mengering.
- Pemerintah mendistribusikan air bersih secara berkala ke titik-titik wilayah yang paling parah.
- Koordinasi dengan instansi terkait untuk memantau ketahanan pangan dan dampak lanjutan.
Ratusan warga Desa Kalisuren dan warga Desa Tonjong mengapresiasi sinergitas TNI – Polri dalam kegiatan Pendistribusian Air Bersih di wilayah ku kecamatan Tajurhalang. Kepada Jurnalis Merdeka Pos Babinsa Desa Kslisuren Serka Didik menjelaskan,” untuk legiatan bantian air bersih hari ini kami mendistri busikan air bersih di lingkungan Rt.001/003 fam Longkungan Rt. 001/010. jelas. Didik
Hal senada juga di ungkapkan Babinsa desa Tonjong Serma Hariyanyo ,” Alhamdulilah kami Babinsa Desa Tonjobg dan Banbinsa desa Kalisuren telah m inielaksakan kegiatan pendistribusian Air Bersih di dua desa di wilayaj kecamatan Tajurhalang. Yakni di Desa Tonjong tepatnya di lingkungan RW.08 RT.002/ 006 dan RT. 003/008 serta Lingkungan RW. 06 di RT. 003, Tutur,” Hariyanto.
Di tempat yang Andul Majid perwakilan warga dusun 2 desa Kalisuren mengungkapkan,” kami warga desa kalisuren mengucapkan terima kasih kepada Koramil 04 Bojobg gede Tajurhalang yang telah memberikan bantuan air bersih kepada desa kami desa Kalisuren,” Ungkap Andul Majid.
Jurnalis : Barata
Fotografer : Suwarso